Posted by : Unknown
Rabu, 16 November 2016
Awal kisah seorang remaja yang culun atau cupu yang suka mengalah dengan fisik tinggi 160 cm berkulis eksotis berwajah lonjong dan berhidung pesek. Pemeran utama ini sebut namanya Eka, yang biasa di bully di lingkungannya atau di sekolahnya, pemeran utama kita juga tergabung dalam perguruan silat A ( anggap saja begitu ) dan teman - temannya dominan di perguruan B yang sangat tidak suka pada perguruan A.
Suatu malam Eka beerangkat latihan, malam itu teman - temannya menunggu di jalan yang biasa di lewati Eka menyarankan berhenti di perguruan A atau bergabung ke perguruan B. Akan tetapi Eka tetap bersikukuh di perguruan A, negosiasi yang sangat alot dan cek - cok tak terhindarkan dan teman - temannya yang " gregeten" langsung memukul sekeras - kerasnya langsung tersungkur dan di tinggal pergi.
Eka tetap berangkat latihan di perguruan A dengan luka memar membuat motivasinya terpacu seperti jet coster kecepatan 1000km/jam. Pada malam yang berbeda tiga hari, dia sudah di tunggu tempat biasanya yang ingin si Eka berhenti di perguruan A. Karena Eka tetap bersikukuh lontaran pukulan menyarang di badan dan muka yang membuat jatuh bangun yang cuma bisa defending dikarenakan kalah jumlah. Kejadian ini berlulang berkali - kali sampai bulan berganti bulan. Pada malam ini seperti kerasukan roh di dalam kartun Dragon Ball dengan kekuatan sang Super Saia " Aku sudah menanti - nanti malam ini, ingin kubungkam mulut merka " ujar Eka dalam hati. Seperti biasa temen - temannya sudah menunggu Eka yang sudah tak sabar ingin memukul seperti latian fitnes malam kata hati mereka mungkin. Tapi hari ini angin bertiup berbeda ocehan - ocehan ke sana kemari yang intinya tak sabar ingin memukul. Latihanku selama ini akan kugunakan membela diri, dengan semangat membara tanpa henti berkobar seperti api yang tertiup hembusan angin. Pukulan demi pukulan di tepis di counter dan pukul balik. Kawan - kawannya yang tak terima semakin menjadi langusng ikut mengkroyok pukulan demi pululan dihantamkan di tubuh Eka tapi tak goyah sedikitpun. "Latihanku selama ini tak kan berguna kalau menyerah " guma dalam hati Eka. Di pukul berkali - kali terjatuh berdiri, terjatuh berdiri lagi, terjatuh berdiri lagi sampai tak menyerah. Sampai kedudukan berubah counter menggenggam pergelangan tangan dan tanpa sadar mematahkan tangan kawannya. Teman - temanyapun sedikit was -was dengan teknik patahan yang di gunakan. " Mungkin kebetulan " dan lanjut memukul dengan sigap Eka mengcounter tangan kiri memegang lengan dan tangan kanan pergelangan lawan dan dihentakkan+di putar 160 derajat. Teman - temannya pun takut dan saat itu dia tak pernah di bully dan sejak itu Eka menjadi buah bibir di desa dan sekolahnya.
Selama latian Eka hanya terpaku pada satu tujuan tak ingin di bully dan di remehkan. Berlatih sangat giat, tekun, disiplin dan tanpa sadar terpilih mejadi perwakilan di perguruannya untuk menyambut kompetisi Bupati Cup yang dilaksanakan setiap tahun. Di saat hari H menang sangat mudah dan menyabet medali emas karena mental terbentuk seiring waktu yang terbentuk saat di bully oleh temannya, dengan prestasi tersebut tidak membuat dirinya sombong karena dia tahu aku seperti ini bukan kerja kerasku saja. Tidak berhenti di situ prestasi - prestasi berhasi di raih dari kancah Nasional - Internasional dari Bupati Cup, Kejurda, Kejurprov, Kejurnas, PON sampai ASEAN GAMES pernah menyabet medali emas. Seperti bayi ajaib yang baru lahir dan selalu menjadi nomor satu.
NB : Kisah ini kisah nyata , kisah dari pengalama hidup teman yang di ceritakan kepada saya dan saya tuliskan ke tugas ini, walaupun sedikit meleset dari cerpen saya mohon maaf atas tulisan saya kalau adan salah atau lebihnya saya mohon maaf terutama teman saya kalau membaca !!! >-< piss