Pengamen ataupun pengemis sudah melekat di kehidupan sehari - hari. Saat kita pergi ke kota di sepanjang perempatan lampu merah banyak di temeui pengamen. Terkadang ada pengamen yang masih kecil yang seharusnya masa - masa bermain tetapi mencari nafkah, atau pengemis yang dominan orang - orang yang sudah " manula " manusia lanjut usia yang seharusnya menikmati kehidupan tuanya di rumah dengan secangkir kopi sambil menanti anak cucunya kembali kerumah membawa oleh - oleh.
Indonesia termasuk dalam negara yang sedang maju yang penduduknhya mayoritas ekonomi di bawah standart. Di dukung banyaknya individu yang tidak mempunyai keterampilan yang ujung - ujungnya mengamen . Angan -angan para pengamen / pengemis mungkin "daripada melakukan copet, merampok, mencuri lebih baik meminta dengan baik - baik dengan mangamen di Indonesiakan mayoritas memeluk islam". Pemikiran ini yang mendasari makin banyaknya pengemis di negara kita. Mayoritas penduduk Indonesia yang beragama islam menjadi lumbung ekonomi bagi para pengemis atau pengamen. Allah bersabda " Anfik unfik alaik " infako tak infaki dari hal kecil ini orang - orang yang memeluk agama islam berlomba - lomba bersedekah karena pasti akan di ganti yang lebih baik.
Saya pernah pergike Bandung naik sepeda berkunjung ke rumah teman, saat diperbatasan kota Bandung tepatnya diperempatan lampu merah ada ibu - ibuk yang meminta - minta pakaiannya compang - amping sambil menggendong anak dengan mata kanan yang di perban, saya merasa iba dan memberikan sebaggian uang saku. Saat berada di cakruk tepatnyta di depan rumah teman saya, melihat ibu - ibu yang di lihat tadi mengendarai montor sambil menggendong anaknya dengan mata yang sudah tidak di perban dan memakai baju yang bagus. Dia berhenti di di rumah yang bagus dan bertingkat " wow.. pengemis profesional ini " ujar dalam hati. Saya bertanya tentang ibuk itu ke teman saya " Tetangga - tetangga sudah tau kalau satu keluarga pekerjaannya mengemis sampai anak - anaknya sepulang sekolah ganti baju dan berangkat mengemis, tetangga - tetangga tidak ada yang menghardik keluarga tersebut karana tenggang rasa dan istimewanya uang yang di kumpulkan sahari bisa sampai satu juta lebih apalagi saat bulan ramadhan bisa berlipat - lipat sampai tiga juta lebih". Padahal di dalam agama islam meinta / mengemis itu adalah sejelek - jeleknya manusia, Rosul pernah bersabda " Man saalannasa amwalahum takassuron, fainnama yas alu jamron, falyastakilla aw liyastksir" Barang siapa meminta harta kepada orang lain untuk memperkaya diri, maka sungguh, ia hanyalah meminta bara api, maka silahkan ia meminta sedikit atau banyak ( ujar saya dalam hati ). Di luar sana pun masih banyak perkerjaan selain mengemis yang lebih halal, karena kurangnya keterampilan dan kreativitas serang individu masih banyaknya pengemis atau pengamen hulu - hilir di perempatan lampu merah. Dari hal kecil tersebut kasus - kasus kejahatan meningkat pesat tahun ke tahun, inilah PR besar bagi para orang - orang berdasi ( pejabat ) yang seharusnya menengk ke belakang banyaknya realita yang terjadi yang jarang orang - orang tahu.